Senin, 09 Desember 2013

BUDIDAYA LINTAH



CARA BUDIDAYA LINTAH



Lintah dapat dibudidayakan dengan mengembang-biakkannya pada lokasi yang mirip dengan habitat alami lintah yaitu lokasi yang tidak terpapar matahari langsung, agak teduh dan lembab. Tempat budidayanya dapat berupa kolam konkrit atau peluran, kolam kanvas dan polytank.
Cara mengawinkan disuatu wadah utk 2 x 1,5 m diisi 2000 ekor indukan lintah. Mereka akan kawin dan berkembang biak secara alami, bertelur dgn sendirinya. Pada habitat aslinya akan bertelur di akar akar tanaman enceng gondok. Setelah bertelur dipisah di kolam lain, agar tdk menjadi predator sesama. Bisa berkembang biak secara alami. Anak lintah cukup diberi pelet, setelah 2 bulan diberi darah dari pakan lain yang tdk bertulang belakang. Lintah bila diberi pakan dan kenyang mampu bertahan hingga 6 bulan
Cara Operasional Budidaya Lintah
Lintah budidaya harus di jaga habitatnya sealami mungkin, dengan memberikan air dengan kadar pH normal, tinggi air di buat setinggi 1/2 ukuran tinggi kolam. Didalam kolam dimasukkan pula tanah, bebatuan untuk lintah bermain dan juga tanaman pelindung semacam eceng gondok. Kolam harus selalu dijaga dari polutan, karena lintah akan responsif sekali terhadap tembakau, cat, tiner, garam ataupun alkohol. Polutan tersebut dapat menyebabkan kematian pada lintah.

Makanan dan Pembiakannya
Makanan alami lintah adalah darah. Di habitat asli asupan darah didapat dari binatang semacam kerbau atau ikan. Nah, untuk budidaya dapat digunakan belut, ikan lele dan juga darah sapi. Namun jangan sekali-kali menggunakan darah kambing karena dapat menyebabkan kematian pada lintah. Pakan diberikan dua minggu sekali, sumber pakan lintah dari ikan lele atau belut. Lintah akan mengisap darah ikan atau belut tersebut. Yang terbaik pakan belut.

Pemberian pakan dengan belut dapat menggunakan kawat nyamuk, dimana belut dijepit dengan kawat tersebut dan dimasukkan ke kolam lintah. Begitu belut diceburkan ke kolam maka lintah yang lapar akan menghisap darah belut tersebut. Belut diangkat sekitar 1 hari setelah peletakan. Pemberian pakan ini rutin dilakukan setidaknya 2 minggu sekali untuk masing-masing kolam.


Lintah : Reproduksi

Perkawinan dan reproduksi

Sebagai binatang hemaprodit, lintah memiliki keduanya ,organ seks laki-laki dan perempuan. Seperti cacing tanah mereka juga memiliki clitellum, sebuah wilayah kulit menebal yang hanya jelas selama masa reproduksi. Kawin melibatkan terjalinnya tubuh dimana tiap sperma deposito di daerah clitellar yang lain ‘. Rhyncobdellids tidak memiliki penis tapi menghasilkan paket tajam sperma yang dipaksa melalui dinding tubuh. Sperma kemudian membuat jalan ke ovarium di mana pembuahan terjadi. clitellum ini mengeluarkan kepompong agar-agar yang tangguh yang mengandung nutrisi, dan dalam hal ini bahwa telur disimpan. lintah ini mengangkat bahu itu sendiri bebas dari kokon, penyegelan sebagai itu melewati kepala. kokon biasanya ditaruh  dikubur atau menempel pada log, batu atau daun dan kering ke kerak berbusa. Setelah beberapa minggu atau bulan, kaum muda muncul sebagai miniatur orang dewasa. Studi menunjukkan bahwa kepompong mampu bertahan dalam sistem pencernaan bebek.

Lintah mati setelah satu atau dua kali reproduksi.
Kokon /Telur Lintah

TELOR LINTAH

















Incoming search terms:
budidaya lintah
lintah
cara budidaya lintah
reproduksi lintah
teknik budidaya lintah
cara budidaya lintah kerbau
cara berkembang biak lintah
Kolam lintah
cara membudidayakan lintah
makanan alami lintah

http://www.permataholistic.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar